Beri Kesempatan Kepada Generasi Muda Untuk Memimpin PALUTA

meskipun PILKADA PALUTA masih akan diselenggarakan pada 21 Oktober 2008 nanti, akan tetapi rakyat harus mulai memikirkan dan menentukan sikap siapa yang harus didudukan sebagai pemimpin paluta kedepan. karena bagaimana pun Rakyat adalah penentu dalam ajang pilkada ini. berbicara tentang pemimpin saatnya kita memberikan kesempatan kepada kaum muda, karena saat ini PALUTA benyak memiliki Kaum Muda yang Energik, punya intlektualitas dan yang pasti pro Rakyat. apalagi Peluang kaum muda yang ingin menjadi pemimpin makin terbuka. Lanjutan pembahasan Panja Revisi Terbatas UU 32/2004 tentang Pemda telah menyepakati bahwa batas minimal calon bupati (cabup) dalam pilkada mendatang cukup 25 tahun.

Hal itu didasarkan pertimbangan makin banyaknya anak muda berprestasi yang berpotensi menjadi pemimpin.

apalagi saat ini usia 25 tahun sudah dianggap matang untuk menjadi pejabat publik. “Desertasi Sarlito (pakar psikologi UI, Red) menegaskan hal itu,” Memang Untuk calon gubenur, batas usia minimum tetap mengacu pada aturan lama, yaitu 30 tahun. Pada pasal 58 UU Pemda sebelumnya, setiap calon kepala daerah dan wakil kepala daerah (bupati dan gubernur) minimal harus sudah berusia 30 tahun.

Menurut Suparlan ( Tokoh Politik dari PDIP) , penjenjangan batas minimum untuk bupati dan gubernur itu untuk sistem kaderisasi bangsa. Diasumsikan, bupati yang terpilih pada usia 25 tahun bisa maju sebagai calon gubernur di usia 30 tahun. “Siapa tahu dia punya prestasi dan pada umur 35 tahun bisa memimpin bangsa ini,” ujar anggota Komisi II itu kembali.

Secara terpisah, anggota panja dari PKB Ida Fauziah membenarkan adanya kesepakatan itu. “Kita semua harus sadar, dunia pendidikan kita sudah cukup maju saat ini,” ujarnya. Dia mengatakan, sekarang ini banyak mahasiswa yang bisa lulus pada usia 21-22 tahun. “Dari sekian anak muda itu, banyak juga yang punya kemampuan leadership bagus,” tambahnya.

Hingga saat ini, meski sudah ditingkatkan intensitasnya, pembahasan revisi terbatas UU Pemda masih diragukan bisa tuntas sesuai target pada akhir bulan ini. Hal itu disebabkan banyak anggota Komisi II yang terlibat dalam pansus dan sejumlah agenda lain.

Senin (17/3) hingga Rabu (19/3), misalnya. Komisi II akan disibukkan dengan seleksi calon anggota Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu).

Meski demikian, anggota KPU Endang Sulastri masih berharap DPR dan pemerintah segera menyelesaikan revisi terbatas tersebut sesuai kesepakatan, yakni akhir Maret. “Jadwal tepat waktu akan bisa kami gunakan untuk segera mengesahkan peraturan KPU terkait teknis pelaksanaan pilkada,” ujarnya.

Terkait penundaan pembahasan revisi akibat padatnya agenda di Komisi II, Endang yakin tidak akan banyak berpengaruh. “Pembahasannya tinggal sedikit,” katanya. Selain itu, saat dilanjutkan nanti, kemungkinan pembahasan DPR dan pemerintah sudah memasuki tim perumus. “Karena sudah banyak kesepakatan, mungkin tidak perlu lama-lama,” tambahnya.

Terkait keraguan bahwa calon perseorangan tidak terlaksana pada 2008 ini, Endang masih menyatakan optimismenya. Menurut dia, ada dan tidaknya calon perseorangan bergantung pada seberapa cepat pengesahan revisi UU 32/2004 dilakukan DPR dan pemerintah. “Untuk yang pilkada Oktober, kami pikir masih memungkinkan ada (calon perseorangan),” kata Endang.

JADI PARA KAUM MUDA YANG PUNYA KEINGINAN UNTUK MAJU PADA PILKADA PALUTA…AYO MAJU…MARI KITA BANGUN PALUTA YANG SEJAHTERA DAN BERMARTABAT….KARENA NKRI JUGA DIBANGUN OLEH KAUM MUDA PADA MASA KEMERDEKAAN 1945 Dulu………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: